Rabu, 18 September 2013

Habib Alwi bin Thahir Al-Haddad (1884 – 1962 M) Mufti Kerajaan Johor Malaysia

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ




      Kesultanan Johor Malaysia memilihnya untuk menjabat sebagai mufti. Beliau menjabat sebagai mufti Kerajaan Johor Malaysia dari tahun 1934 hingga tahun 1961M. Sayyid Alwi bin Thahir Al-Haddad menjadi mufti Johor menggantikan almarhum Dato 'Sayyid Abdul Qader bin Mohsen Al-Attas. 

     As-Sayyid Habib Alwi bin Thahir Al-Haddad bin Abdullah bin Thaha Abdullah bin Umar bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ahmad bin Abi Bakar Abu Thahir Al-Alawi asy-Syarif al-Huseini. Sampai nasabnya kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib suami Fatimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad SAW. 

     Habib Alwi bin Thahir Al-Haddad lahir di Kota Qaidun, Hadhramaut, Yaman pada 14 Syawal 1301 H / 7 Agustus 1884 M. 

     Habib / Sayyid Alwi bin Thahir Al-Haddad sedari kecil telah bercita-cita menjadi ulama. Ini didukung oleh kecerdasan dan keteguhannya dalam menuntut ilmu, dan selalu menyertai ulama-ulama besar, sehingga dapat mencapai puncak keilmuannya dan menghimpunkan berbagai ilmu naqli dan aqli yang membuatnya melebihi rekan-rekan seangkatannya. 

      Bahkan, Sayyid Alwi Al-Haddad mampu melakukan istinbat dan ijtihad yang cermat dan tidak dapat diakses oleh sebagian orang.Guru-gurunya di Hadhramaut ialah Habib Ahmad bin al-Hasan al-Attas al-Alawi, Habib Thahir bin Umar al-Haddad, dan Habib Muhammad bin Thahir al-Haddad. Banyak bidang ilmu tradisi yang ia peroleh dari keluarganya sendiri yang berketurunan Nabi Muhammad saw.

     Sayyid Alwi Al-Haddad sangat menggemari pelajaran Hadits. Berkali-kali Sayyid Alwi Al-Haddad mengakhiri kitab As-Sittah, Riyadh ash-Shalihin, Bulugh al-Maram, Jami 'ash-Shaghir . Untuk memperdalam ilmu hadits Sayyid Alwi Al-Haddad mempelajari kitab-kitab mengenai sanad hadits seperti ad-Dhawabidh al-Jaliyah fi al-Asanid al-'Aliyah karya Syeikh al-Allamah al-Musnid Syamsuddin Abdullah bin Fathi al-Farghali al-Hamisyi. 

     Demikian juga kitab Ats-tsabat yang berjudul As-Samth al-Majid karya Syeikh al-Allamah al-Musnid Shafiyuddin Ahmad bin Muhammad al-Qasyasy al-Madani. Sayyid Alwi Al-Haddad telah berhasil memperoleh ilmu dan ijazah dari para gurunya serta dengan sanad-sanad yang bersambung sampai Rasulullah SAW.

     Selain guru tersebut, Sayyid Alwi Al-Haddad juga memperoleh ilmu dari ayah saudaranya Imam Habib Abdullah bin Thaha al-Haddad, juga dengan Habib Thahir bin Abi Bakri al-Haddad. Guru-guru beliau yang lain adalah al-Mu'ammar Sirajuddin Umar bin Utsman bin Muhammad Ba Utsman al-Amudi ash-Shiddiqi Al Bakari. Sayyid Alwi Al-Haddad juga sempat mendengar riwayat hadits dari Sayyid 'Abdur Rahman bin Sulaiman al-Ahdal yang wafat tahun 1250 H/1834 M.

     Diriwayatkan bahwa Sayyid Alwi Al-Haddad adalah seorang yang sangat bersemangat dan cerdas. Sedikit saja belajar namun penguasaan akan ilmu pengetahuannya langsung meningkat. Pada umur 12 tahun, Sayyid Alwi Al-Haddad mengkhatamkan Ihya 'Ulumidin karya Imam al-Ghazali. Di usia 17 tahun ia telah mengajar kitab yang besar-besar dan ilmu yang berat-berat seperti ilmu tafsir, hadits, fiqh, ushul fiqh, falak, nahwu, sharaf, balaghah, filsafat dan tasawuf.

     Dia juga memiliki karangan- karangan yang banyak dan penelitian-penelitian di berbagai koran / Surat kabar dalam bermacam-macam persoalan kemasyarakatan, politik, aqidah, sejarah dan fatwa yang mencapai 13.000 masalah. Sebagai ulama dan mufti, ia kerap diminta untuk berpidato dan memberikan ceramah pada pertemuan-pertemuan umum. 

     Ceramah yang disampaikannya di depan Jong Islamieten Bond (Perkumpulan Pemuda Muslimin) telah diterbitkan dalam dua bahasa: Indonesia dan Arab. 

     Pemimpin Sarekat Islam yang terkenal, Haji Oemar Said Cokroaminoto sering berhubungan dengannya. Ketika dia sedang mengarang buku tentang sejarah Nabi dalam bahasa Indonesia, dia menunjukkan kepada Sayyid Alwi Al-Haddad yang kemudian memeriksanya dan memberikan kata pengantar untuk buku itu.  Pertama kali buku itu dapat diterbitkan atas biaya seorang dermawan dan kemudian buku itu dapat diterbitkan untuk yang kedua kalinya. 

     Sayyid Alwi Al-Haddad memiliki karangan-karangan yang banyak, dengan ini dapat diketahui betapa luas dan dalam pengetahuannya. Beberapa diantara karangannya adalah:

1. Anwar al-Quran Al-mahiyah li Talamat Mutanabi 'Qadyani (dua jilid).
2. Al-Qaul al-Fashl fi ma li al-Arab wa Bani Hasyim min al-Fadhal.Kitab ini terdiri dari dua jilid. Isinya merupakan sanggahan terhadap paham pembaharuan Islam yang dibawa oleh Syeikh Ahmad bin Muhammad as-Surkati As-Sudani.
3. Al-Khulashah al-Wafiyah fi al-Asanid al-'Aliyah. Kitab ini menggunakan nama keseluruhan guru Sayyid Alwi Al-Haddad tentang qiraat dan gelar.
4. 'Iqd al-Yaqut fi Tanggal Hadhramaut.
5. Kitab as-Sirah an-Nabawiyah asy-Syarifah.
6. Dalil Khaidh fi 'Ilm al-Faraidh.
7. Thabaqat al-'Alawiyin (sepuluh jilid).
8. Mu'jam asy-Syuyukh.
9. 'Uqud al-Almas bi Manaqib al-Habib Ahmad bin Hasan al-' Athas.
10. Kumpulan Fatwa (berisi sekitar 12000 fatwa)
11. Kitab tentang hukum-hukum nikah dan qadha dalam bahasa Melayu (diterbitkan dalam dua jilid)

     Jika kita sempat membaca keseluruhan karya Sayyid Alwi Al-Haddad yang tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa sangat luas pengetahuan yang ia bahas. Sayyid Alwi Al-Haddad diakui sebagai seorang tokoh besar dalam bidang sejarah, ahli dalam bidang ilmu rijal al-hadits.

     Lebih khusus lagi sangat mahir tentang Silsilah cabang-cabang keturunan 'al-' Alawiyin 'atau keturunan Nabi saw. Memang tidak banyak ulama yang berkemampuan membicarakan hal ini selain Sayyid Alwi Al-Haddad. Dapat dikatakan tidak ada ulama dunia Melayu menulisnya secara lengkap. Jika ada juga, itu seperti yang pernah oleh dilakukan Sayyid Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya al-Alawi, Mufti Betawi (Indonesia).

     Sayyid Alwi Al-Haddad adalah seorang ulama yang berpendirian keras dan tegas mempertahankan hukum syariat Islam. Gaya berdebat dan penulisan banyak persamaan dengan yang pernah dilakukan oleh Sayyid Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya Al-Alawi, Mufti Betawi.

Sayyid Alwi Al-Haddad bepergian ke berbagai negara untuk berdakwah dan mengajar, di antaranya Somalia, Kenya, Makkah, Indonesia, Malaysia dan lain-lain. 

     Di Jakarta, Sayyid Alwi Al-Haddad pernah mengajar di Madrasah Jam'iyah al-Khair yang didirikan oleh keturunan Sayyid di Indonesia.Madrasah Jam'iyah al-Khair adalah sekolah Islam yang berdasarkan sistem pendidikan modern yang pertama di Indonesia, Sayyid Alwi Al-Haddad pula termasuk salah seorang guru yang pertama sekolah. Departemen pertama Sayyid Alwi adalah Wakil Mudir sekolah. Sementara itu, Mudirnya adalah Sayyid Umar bin Saqaf as-Saqaf.

     Para guru didatangkan dari berbagai negara. Antara mereka adalah Ustadz Hasyimi yang berasal dari Tunisia, Syeikh Ahmad bin Muhammad as-Surkati yang berasal dari Sudan (mengajar di Madrasah Jam'iyah al-Khair tahun 1911 - 1914), Syeikh Muhammad Thaiyib al-Maroko yang berasal dari Maroko, Syeikh Muhammad Abdul Hamid yang berasal dari Mekah. 

     Sayyid Alwi bin Thahir Al-Haddad termasuk salah seorang pendiri ar-Rabithah al-Alawiyyah di Indonesia. Selain mengajar di Jakarta beliau juga pernah mengajar di Bogor dan tempat-tempat lain di Jawa. 

     Muridnya sangat banyak, di antara tokoh dan ulama besar yang pernah menjadi murid Sayyid Alwi bin Thahir Al-Haddad adalah:

1. Sayyid Alwi bin Syaikh BilFaqih al-Alawi.
2. Sayyid Alwi bin Abbas al-Maliki.
3. Sayyid Salim Aali Jindan.
4. Sayyid Abubakar al-Habsyi
5. Sayyid Muhammad bin Ahmad al-Haddad.
7. Sayyid Abdullah bin Abdul Qadir BilFaqih.
8. Sayyid Husein bin Abdullah bin Husein al-Attas.
9. Syeikh Hasan Muhammad al-Masyath al-Makki.
10. Kiai Haji Abdullah bin Nuh.

     Sayyid Alwi bin Thahir Al-Haddad, beliau wafat pada 14 November 1962 (1382 H) dan dimakamkan di Pemakaman Mahmoodiah Johor Bahru. Dia memiliki keturunan yang kemudian pindah ke Jazirah Arab bagian selatan, di antaranya adalah putranya Sayyid Thahir Al-Haddad dan Sayyid Hamid Al-Haddad.

(“Sholawatullah dan Salamullah atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan Ahli Bait serta dzuriat- dzuriatnya, khususnya Al-Habib Sayyid Alwi bin Thahir Al-Haddad, hingga akhir zaman”).  


*******

Sumber :
-Muhammad Abdulloh Suradi

-Sejarah Masuknya Islam di Timur Jauh oleh Al-Habib Alwi bin Thahir Al-Haddad