Rabu, 07 Agustus 2013

Ahmad Shah Massoud (1953-2001) : Pejuang yang dijuluki “Singa dari Lembah Panjsher”


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Ahmad Shah Massoud (1953-2001) :
Pejuang yang dijuluki “Singa dari Lembah Panjsher”

  

       Ahmad Shah Massoud yang lahir pada tahun 1953 di distrik Jangalak dari Panjsher. Ia memainkan salah satu peran yang paling penting dalam sejarah modern Afghanistan. Untuk pengagumnya, ia dikenal sebagai "Singa Lembah Panjsher", nama yang diberikan kepadanya untuk kesuksesannya sebagai komandan militer selama perang melawan pendudukan Soviet. 


    Bahkan, pertarungannya melawan Soviet begitu terkenal, bahkan Wall Street Journal menjulukinya sebagai "Afghanistan yang memenangkan perang dingin". Setelah Komunis dikalahkan, pasukan Massoud adalah kelompok Mujahidin pertama yang memasuki Kabul, ibukota Afghanistan, dan membantu membentuk pemerintahan Mujahidin.


    Ia menjabat sebagai Menteri Pertahanan oleh Presiden Afghanistan Burhanuddin Rabbani. Dan terlibat dalam berbagai pertempuran untuk mencegah saingan pemerintah, Gulbuddin Hekmatyar yang ingin mengambil alih pemerintahan. Akhirnya, pemerintahan Rabbani jatuh, dan Taliban dengan bantuan keuangan dan militer rahasia dari Pakistan, mengambil alih ibukota Kabul, Afghanistan.


     Ahmad Shah Massoud dan sekutu-sekutunya menarik pasukan mereka ke utara dan bekerja pada membela utara dan wilayah sentral dari yang benar-benar diambil alih oleh Taliban. 


    Ahmad Shah Massoud terpilih sebagai pemimpin militer UNIFSA, ketika pada tanggal 9 September 2001, Ahmad Shah Massoud tewas (dua hari sebelum serangan teroris 11 September di Amerika Serikat). Dia adalah korban dari suatu serangan bunuh diri Al-Qaeda. Para penyerang menyamar sebagai wartawan televisi, perangkat bom dikemas dalam kamera video mereka.


    Pada tahun 2001, setelah penghapusan Taliban oleh UNIFSA dan pasukan AS, Pemerintah Interim Afghanistan di bawah Presiden Hamid Karzai memberikan kepada Ahmad Shah Massoud gelar "Pahlawan Bangsa Afghanistan".


*****


Sumber Bacaan :

- Abdullah Qazi Tahun 2001 (diperbaharui 18 November 2007)